Sejumlah siswa Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ranting Ngambon, Cabang Bojonegoro, Pusat Madiun, sedang mengikuti ujian kenaikan sabuk.
Shteratebojonegoro.com — Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ranting Ngambon, Cabang Bojonegoro, Pusat Madiun, menggelar ujian kenaikan sabuk pada Sabtu malam, (22-11 2025). Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Djanggleng Desa Ngambon tersebut dimulai pukul 19.30 WIB dan diikuti 21 siswa, terdiri dari 19 siswa reguler (11 putra dan 8 putri) serta dua siswa privat putri.
Sebagai bagian dari proses pendidikan resmi di SH Terate, ujian kenaikan sabuk menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kemampuan siswa sebelum naik tingkat. Evaluasi mencakup kesiapan fisik, mental, teknik, serta sikap kedisiplinan dan karakter persaudaraan yang menjadi nilai dasar organisasi.
Ketua SH Terate Ranting Ngambon, Agus Susanto, yang akrab disapa Mas Agus menegaskan bahwa ujian kenaikan sabuk tidak sekadar formalitas, melainkan proses pembentukan kualitas seorang pesilat.
“Ujian kenaikan sabuk ini dilakukan untuk mengukur dan mengevaluasi kemampuan adik-adik baik dari sisi fisik, mental, maupun teknis. Ini menjadi sarana peningkatan kualitas diri dan pembentukan kader yang lebih matang,” terangnya.
Menurut Mas Agus, selain itu, ujian kenaikan sabuk juga mempererat tali silaturahmi antar anggota. Para siswa dilatih berpikir lebih cerdas, disiplin, dan mampu memahami seluruh materi yang telah diberikan para pelatih.
“Dengan ujian kenaikan sabuk, kita bisa memastikan sejauh mana pesilat menguasai latihan dan nilai kerohanian yang diajarkan dalam Persaudaraan Setia Hati Terate,” pungkasnya.
Kegiatan berlangsung lancar dan penuh semangat dengan pendampingan para pelatih serta pengurus ranting hingga seluruh rangkaian selesai.
Untuk diketahui, ujian kenaikan sabuk di Persaudaraan Setia Hati Terate adalah proses evaluasi wajib bagi setiap siswa sebelum naik ke tingkat sabuk berikutnya. Ujian kenaikan sabuk berfungsi untukmengukur kemampuan fisik siswa agar sesuai standar pesilat SH Terate.
Selain itu juga untuk menilai penguasaan teknik, seperti jurus, senam, dan tata gerak bela diri. Disamping sisi fisik, ujian kenaikan sabuk juga bertujuan menguatkan mental, kedisiplinan, dan karakter, yang menjadi bagian penting dalam pembinaan pesilat. Dan yang tidak kalah penting adalah menguji pemahaman Ke-SH-an, yaitu nilai-nilai persaudaraan, etika, dan filosofi SH Terate.
Dengan ujian kenaikan sabuk ini, pelatih akan menentukan kelayakan siswa untuk naik tingkat berdasarkan hasil evaluasi menyeluruh. Ujian kenaikan sabuk juga menjadi sarana mempererat persaudaraan antara anggota, memperkuat silaturahmi, serta membentuk pesilat yang berbudi pekerti luhur, tahu benar dan salah sesuai ajaran Persaudaraan Setia Hati Terate. (Wio/TIM HUMAS PLAT S)

