Peziarah warga SH Terate dengan khusuk membaca doa di pusara Kangmas Tarmadji Boedi Harsono.
Shteratebojonegoro.com – Siang itu Kota Madiun sedang redup. Sinar sang bagas kara timbul tenggelam ditutup gumpalan awan berjalan beriringan digendong angin. Tampak langkah-langkah para pesilat Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) terus berdatangan.
Dari berbagai penjuru cabang, mereka menyatu dalam satu niat, menziarahi makam para leluhur pendiri SH Terate, sebagai bentuk penghormatan sekaligus pengingat akan akar perjuangan.
Salah satu makam yang tak pernah sepi peziarah adalah pusara Kangmas Tarmadji Boedi Harsono, tokoh sentral yang pernah mengemban amanah sebagai Ketua Umum SH Terate dan dikenal sebagai sosok yang membawa organisasi ini berkembang pesat. Makam yang terletak di belakang Masjid Umar Al Farouq, Madiun, dan menjadi tujuan ziarah spiritual warga SH Terate.
Tradisi ziarah ini tidak hanya dilakukan menjelang bulan-bulan sakral seperti Ramadan dan malam Suro atau malam Tahun Baru Islam 1 Muharam. Pada hari-hari biasa pun, peziarah datang silih berganti, mengirim doa dan menyerap nilai-nilai keteladanan dari para pendahulu.
Monrisca, warga SH Terate Cabang Nganjuk, mengungkapkan, bahwa dirinya hampir setiap bulan menyempatkan diri berziarah. Baginya, ziarah bukan sekadar ritual, melainkan perjalanan batin untuk meneladani jejak para leluhur.
“Berziarah ke makam leluhur adalah salah satu sunah Rasul. Apalagi yang diziarahi adalah makam Kangmas Tarmadji. Dari wisata religi ini, kita diingatkan bahwa beliau adalah sosok kunci yang membawa kemajuan besar bagi SH Terate,” ujarnya usai berdoa, Minggu (11/01/2026).
Pria berperawakan gempal ini menambahkan, ziarah kubur juga menumbuhkan kembali rasa cinta dan ikatan batin terhadap organisasi yang telah membesarkannya.
“Dengan ziarah, rasa memiliki dan mencintai SH Terate Pusat Madiun semakin kuat,” katanya lirih.
Hal senada disampaikan Hani, warga SH Terate dari Cabang Jombang. Menurutnya, ziarah menjadi sarana untuk menyambung doa sekaligus meneladani semangat juang Kangmas Tarmadji dalam mengembangkan SH Terate hingga dikenal luas, bahkan ke mancanegara.
“Selain mengirim doa, kami belajar dari keteladanan beliau. Jejak perjuangan itulah yang harus terus kami rawat dan lanjutkan,” tandasnya.
Di antara doa-doa yang terlantun dan langkah-langkah yang tertata, ziarah ini menjadi penegas bahwa SH Terate bukan sekadar perguruan silat, melainkan warisan nilai, persaudaraan, dan sejarah yang hidup dalam jiwa setiap warganya.(humas plat s)

