Shteratebojonegoro.com – Sesuai agenda yang sudah ditetapkan oleh Pengurus Bidang Kepelatihan Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Bojonegoro pada Selasa (10/02/2026) ini merupakan hari kedua latihan bersama, dan diikuti sebanyak 812 siswa putih yang berasal dari delapan ranting. Yakni Bojonegoro, Trucuk, Dander, Sukosewu, Balen, Sugihwaras, Malo dan Gondang.
Latihan bersama yang dilaksanakan di Gedung Gantari Kirana pusat latihan (Puslat) SH Terate Cabang Bojonegoro desa Plesungan kecamatan Kapas ini, sehari sebelumnya juga dilakukan kegiatan serupa dengan peserta sebanyak 771 siswa putih dari 15 ranting.
Latihan bersama dipimpin langsung oleh Ketua Bidang Pelatihan Pengurus Cabang SH Terate Bojonegoro Kangmas Suroto, dibantu pelatih cabang Kangmas Nur Ali, Kangmas Budiono dan Kangmas Dian.
Disampaikan oleh mas Suroto bahwa latihan bersama ini adalah agenda resmi dari bidang kepelatihan dengan tujuan untuk menyamakan gerak baik senam maupun jurus.
“Jadi latihan bersama ini bertujuan agar semua materi yang didapat para siswa dari rayon dan ranting masing masing, bisa seragam sesuai dengan pencak silat ajaran SH Terate,” terang mas Suroto.

Selain menyamakan gerak senam dan jurus para siswa putih dalam latihan bersama ini juga mendapatkan materi ke-SH-an yang disampaikan para warga tingkat dua.
Pada sesi materi ke-SH-an ini dipandu oleh Ketua I Bidang organisasi, Kangmas Tri Wahyu Utomo. Adapun materi yang diberikan antara lain makna bukaan yang disampaikan oleh Kangmas Suprayitno. Kepada para calon warga ini Kangmas Suprayitno memberi wejangan bahwa” Bukaan” dalam SH Terate mempunyai makna dan filosofi yang dalam.
“Dalam bukaan kita membuka kesadaran sebagai manusia yang harus selalu bersyukur, menyadari bahwa kehidupan diciptakan berdasarkan kodrat yang sudah ditetapkan oleh Tuhan yang maha esa. Jadi jangan sampai kita menyalahi kodrat,” terang Kangmas Suprayitno dihadapan para siswa.
Dijelaskan pula bahwa dalam bukaan juga mengajarkan kita untuk selalu ingat Sangkan paraning dumadi, bahwa manusia tercipta dari tanah, makan makanan yang tumbuh dari tanah, dan akhirnya mati kembali ke tanah.
Ditengah guyuran hujan yang cukup lebat, para siswa menyimak dengan khusyuk semua wejangan yang diberikan oleh warga tingkat dua tersebut.
Materi selanjutnya yang diberikan adalah tentang sejarah SH Terate yang disampaikan oleh Kangmas Yaiman. Pada materi ini para siswa diharapkan memahami sejarah dan dinamika SH Terate mulai berdiri dalam bentuk peguron, dan digunakan sebagai media perjuangan melawan kolonialisme hingga menjadi organisasi modern seperti sekarang ini.
Berikutnya materi Kepemimpinan dalam organisasi SH Terate yang disampaikan oleh Kangmas Agus Wahyudi.
Mas Agus mengatakan, seorang warga SH Terate harus mempunyai jiwa kepemimpinan, terutama mampu memimpin dirinya sendiri.
“Yang paling utama adalah kemampuan memimpin diri sendiri sebelum memimpin orang lain, baik di lingkungan keluarga maupun organisasi,” kata mas Agus.
Dijelaskan pula kepemimpinan dalam organisasi SH Terate terdapat struktur yang sudah diatur dalam AD/ART. Meliputi struktur kepemimpin di tingkat pusat, tingkat provinsi yang disebut Perwapus, tingkat Cabang di kabupaten dan kota, cabang khusus di luar negeri, komisariat di lingkungan perguruan tinggi, ranting di tingkat kecamatan dan rayon di tingkat desa.
Materi berikutnya yang disampaikan dalam latihan bersama adalah Jiwa Watak SH Terate yang disampaikan oleh Kangmas Suyono.
Jiwa watak SH Terate merupakan karakter dasar yang harus dipahami dsn di jalankan oleh warga SH Terate dalam kehidupan yaitu sikap berani karena benar dan tidak takut mati, sederhana, rendah hati, persaudaraan erat, serta memegang prinsip.
“soal kecil mengalah, soal prinsip bertindak” tandasnya.
Kegiatan latihan bersama calon warga SH Terate ini bersifat wajib. Pelaksanaan latihan bersama diikuti oleh 28 ranting dan 9 komisariat yang berada di wilayah cabang Bojonegoro dan dilaksanakan sebanyak tiga gelombang dimulai hari Senin hingga Rabu, tanggal 9-11 Pebruari 2026, pukul 17.00 hingga 24.00 wib. (Tim Humas Plat S)

