KEROHANIAN : Kangmas Suprayitno dan Kangmas Sulastam saat memberikan wejangan ratusan siswa di kegiatan UKT sabuk jambon ke hijau.
Shteratebojonegoro.com | Sumberrejo – Persaudaraan Setia Hati Terate Ranting Sumberrejo, Cabang Kabupaten Bojonegoro, Pusat Madiun, menggelar Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) sabuk jambon ke hijau di sekretariat ranting setempat, Sabtu malam (9/5/2026).
Sebanyak 162 siswa mengikuti UKT tersebut, terdiri dari 128 siswa putra dan 34 siswa putri dari 26 rayon se-Ranting Sumberrejo. Kegiatan berlangsung tertib dan lancar dengan dukungan 25 tim penguji dari pelatih masing-masing rayon.
Kegiatan itu dihadiri Ketua Ranting Sumberrejo Kangmas Suprayitno, Wakil Ketua Ranting Kangmas H. Sulastam, Sekretaris Ranting Mas Anwar, jajaran pengurus ranting, pelatih rayon, Pamter Ranting Sumberrejo, serta tim humas.
Ketua Ranting Sumberrejo, Kangmas Suprayitno mengatakan, UKT menjadi bukti hasil kerja keras para siswa selama menjalani latihan di rayon masing-masing. Diingatkan, bahwa semakin tinggi tingkat sabuk, maka semakin besar pula tanggung jawab yang harus dijaga.
“Baik siswa maupun warga SH Terate, khususnya Ranting Sumberrejo, harus selalu menjaga nama baik SH Terate di mana pun berada,” ujarnya saat memberikan wejangan siswa.
Kangmas Suprayitno juga berpesan agar para siswa nantinya menjadi pendekar yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga memiliki budi pekerti luhur sesuai ajaran “Memayu Hayuning Bawono”.
“Aja adigang, adigung, adiguna. SH Terate mengajarkan kita menjadi pendekar berbudi pekerti luhur, bukan jagoan. Kuat tanpa menyakiti, menang tanpa mengalahkan,” tuturnya.

Sementara itu, Kangmas H. Sulastam menambahkan, siswa dan warga SH Terate harus mampu menjalankan ajaran Tri Bakti SH Terate dalam kehidupan sehari-hari, dan terus menanamkan nilai kebaikan di tengah masyarakat, serta menjaga Harkat dan Martabat SH Terate di mana pun berada.
“Kelulusan ini berkat doa orang tua dan perjuangan para pelatih yang tetap mendampingi latihan meski dalam kondisi hujan. Karena itu jadilah siswa yang patuh, aktif latihan, bermanfaat bagi masyarakat, dan jangan membuat malu orang tua maupun pelatih,” kata Kangmas Sulastam.
Di sisi lain, Mas Hasim, meminta peserta UKT tetap fokus dan bersemangat dalam menjalani latihan maupun tes sebagai syarat menuju sabuk hijau. Menurutnya, pelaksanaan tes kini telah berbasis digital guna meminimalisasi potensi penyelewengan data. Selain itu agar ke depannya bisa menjadi warga SH Terate dengan metode yang terprogam.
“Kalian adalah generasi penerus yang punya semangat luar biasa. Sabuk boleh hijau, tetapi hati harus tetap putih. Jadilah pendekar yang bermanfaat bagi keluarga, organisasi, dan masyarakat,” pungkasnya.(Tim Humas Plat S)

