Ratusan warga dan siswa SH Terate Ranting Kedungadem, Cabang Bojonegoro tampak antusias mengikuti kegiatan halalbihalal usai Ramadan. Kegiatan ini menjadi momen penuh kehangatan untuk saling memaafkan sekaligus mempererat tali persaudaraan.
Shteratebojonegoro.com | Kedungadem — Sebanyak 400 warga dan siswa Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) Ranting Kedungadem, Cabang Kabupaten Bojonegoro, Pusat Madiun, menggelar kegiatan halalbihalal pada Rabu (25/03/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat tali persaudaraan usai bulan suci Ramadan.
Acara dipusatkan di Aula Gedung Serbaguna SH Terate Ranting Kedungadem dan berlangsung dengan penuh khidmat. Ratusan warga dan siswa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib dan semangat kebersamaan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pengurus ranting serta para sesepuh SH Terate, di antaranya Kangmas Mulyono Gunawan dan Kangmas Punaji dari Kecamatan Sukorame, Kabupaten Lamongan. Acara dipandu oleh Sekretaris Ranting, Mas Abdurahman, yang membuka kegiatan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars SH Terate, serta pembacaan mukadimah.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan tradisi solospel, yang diawali oleh Kangmas Yaiman, kemudian dilanjutkan oleh Kangmas Kirno dan Kangmas Punaji.
Ketua panitia, Mbak Cicik Eniwati, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga kegiatan dapat terselenggara dengan lancar.
Sementara itu, Ketua Ranting Kedungadem, Kangmas Yaiman menjelaskan, bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif para siswa dan warga SH Terate, khususnya yang berada di luar kota.
“Selain untuk mempererat tali persaudaraan pasca Ramadan, kegiatan ini juga menjadi ajang temu kangen bagi warga seangkatan yang lama tidak bertemu karena berada di luar kota,” ujarnya.
Kegiatan juga diisi dengan kajian kerohanian yang disampaikan oleh Kyai Abdul Marim, pengasuh Pondok Pesantren Al-Ikhlas Desa Mlideg. Dalam tausiyahnya menyampaikan, bahwa ajaran SH Terate memiliki keselarasan dengan nilai-nilai dalam Islam, yang mengenal tahapan pembelajaran mulai dari syariat, thariqah, hingga makrifat.
Menurutnya, dalam SH Terate juga terdapat proses berjenjang, mulai dari siswa hingga disahkan menjadi warga. Ia pun membagikan pengalamannya saat mengikuti proses tersebut.
“Alhamdulillah, sekarang saya sudah menjadi warga SH Terate,” ungkapnya.
Puncak acara diisi dengan ramah tamah, di mana seluruh peserta saling berbaur dalam suasana hangat penuh kekeluargaan. Kegiatan berlangsung aman dan tertib dengan pengamanan dari Pamter serta dukungan aparat kepolisian dari Polsek Kedungadem.(Tim Humas Plat S)

