Kangmas Moch Mastur
sheratebojonegoro.com – Ada peristiwa menarik disela sela pertandingan Antar Ranting SH Cup yang digelar Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Bojonegoro Pusat Madiun pada Selasa (23/12/2025). Kang mas Moch Mastur yang merupakan aset berharga SH Terate dengan prestasinya sebagai wasit juri internasional kelas I menghadiahkan baju wasit kepada dua orang wasit yang bertugas pada pertandingan yang digelar di gedung Puslat Gantari Kirana SH Terate Bojonegoro.
Pemberian cindera baju wasit dari mas Moch. Mastur kepada perwakilan wasit juri Rima Dyah dan Yongki itu merupakan baju wasit internasional yang baju wasit yang pernah dipakai Mas Mochh. Mastur ketika memimpin pertandingan di berbagai negara.
” Dengan ciberamata baju wasit ini saya berharap adik adik yang bertugas memimpin pertandingan ini lebih termotivasi untuk menempa diri dan tidak malu untuk terus belajar” terang Kangmas Moch Mastur.

Wasit internasional yang sudah memimpin ratusan pertandingan silat mulai dari SEA Games, Asian Games hingga Kekuajuraan Dunia ini menambahkan bahwa untuk menjadi wasit yang berkualitas membutuhkan perjuangan yang berat.
“Untuk bisa berkiprah hingga tingkat internasional tidak bisa ditempuh secara instan. Saya sendiri menjalani latihan yang cukup ketat, untuk itu saya mengucapkan terimakasih kepada mas mas yang dulu telah melatih saya,” papar Kangmas Moch. Mastur.
Kangmas Moch.Mastur menjelaskan bahwa ada beberapa tahapan yang harus dilakukan oleh pesilat jika ingin menekuni sebagai wasit profesional. Diantaranya mengikuti pendidikan dan sertifikasi dari IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) secara bertahap mulai dari tingkat cabang (kabupaten/kota), lalu tingkat provinsi, hingga tingkat nasional, yang meliputi penguasaan peraturan, teknik menjadi wasit-juri, serta menguasai teknik pencak silat (tunggal, ganda, beregu), dan lulus uji kompetensi untuk mendapatkan sertifikat di setiap jenjangnya.
Dalam event Pertandingan Antar Ranting yang digelar rutin dua tahunan ini Kangmas Moch. Mastur yang sudah level Internasional turun langsung memimpin pertandingan.
Hal ini menunjukkan sifat kerendahan hati Kangmas Moch. Mastur artinya meskipun sudah berkelas internasional beliau masih sudi memberi pelajaran secara langsung kepada adik adiknya yang bertugas sebagai wasit juri.
“Ini merupakan Implementasi dari falsafah jawa bahwa Kacang Aja lali Lanjaranya atau kacang jangan sampai lupa kulitnya,” pungkasnya. (Tim Humas Plat S)

