PEMBINAAN : Kangmas Moh Mastur saat memberikan edukasi Mars SH Terate kepada ratusan siswa putih di latihan bersama di Gedung Pusat Latihan (Puslat) Gantari Kirana, Desa Plesungan, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Senin malam (9/2/2026).
Shteratebojonegoro.com – Ratusan siswa Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) Cabang Bojonegoro, Pusat Madiun, menerima edukasi Mars SH Terate dalam kegiatan latihan bersama dan pembinaan siswa tingkat putih Program Tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar di Gedung Pusat Latihan (Puslat) Gantari Kirana, Desa Plesungan, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Senin malam (9/2/2026).
Edukasi Mars SH Terate disampaikan langsung oleh Kangmas Moh. Mastur sebagai bagian dari penguatan identitas dan nilai organisasi bagi siswa tingkat putih yang berada pada fase akhir pendidikan. Di mana pada pembinaan tahap pertama kali ini di ikuti sebanyak 771 siswa sabuk putih.
Saat diwawancarai Humas Plat S, Kangmas Moh. Mastur menjelaskan, bahwa edukasi Mars SH Terate merupakan langkah krusial untuk menjaga kemurnian, keseragaman, serta marwah organisasi.
“Pengajaran Mars SH Terate dengan penekanan pada notasi musik yang benar bertujuan agar nilai-nilai organisasi tersampaikan secara khidmat, tegas, dan presisi,” ujarnya.
Kangmas Moh Mastur menegaskan, terdapat beberapa poin penting yang harus dipahami siswa agar pembawaan Mars SH Terate sesuai dengan standar musik dan filosofi organisasi. Salah satunya adalah ketepatan notasi dan tempo. Mars SH Terate dibawakan dengan tempo marcia yang tegas seperti langkah baris-berbaris, tidak terlalu cepat namun juga tidak menyeret.
“Ketepatan tempo dan notasi akan membuat Mars terdengar gagah dan seragam di seluruh cabang,” jelasnya.
Selain itu, pengucapan lirik harus jelas dengan penekanan (staccato) pada bagian tertentu untuk mencerminkan ketegasan seorang pesilat.
“Pengucapan lirik yang tegas menunjukkan karakter dan mentalitas pesilat SH Terate,” kata Kangmas Moh. Mastur.
Ia juga menjelaskan pentingnya pemahaman interval nada guna menghindari nada fals atau meleset dari notasi asli. Dengan demikian, saat dinyanyikan secara kolosal, seperti di Puslat, suara akan terdengar harmonis dan berwibawa.
Lebih jauh, Kangmas Moh. Mastur menekankan bahwa Mars SH Terate bukan sekadar lagu, melainkan doa dan janji anggota. Penghayatan terhadap lirik yang mengandung spirit Persaudaraan menjadi hal utama yang harus ditanamkan sejak tingkat siswa.
“Lirik Mars menekankan hubungan persaudaraan antaranggota yang harus benar-benar dihayati,” ujarnya.
Aspek sikap mental juga menjadi perhatian, mulai dari cara berdiri hingga sorot mata siswa saat menyanyikan Mars. Menurutnya, hal tersebut mencerminkan kesiapan mental siswa tingkat putih yang tengah menuju pengesahan sebagai warga.
Dalam latihan bersama, penggunaan instrumen pendukung juga harus mengacu pada aransemen resmi organisasi agar menjadi pemandu ritme bagi siswa dan tidak keluar dari ketukan yang telah ditetapkan.
“Standarisasi instrumental penting agar irama tetap terjaga dan selaras,” tegasnya.
Ditambahkan, pemahaman Mars SH Terate secara benar merupakan bagian dari Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) secara moril bagi siswa tingkat putih. Bekal tersebut penting agar kelak, setelah menjadi warga, mereka mampu mengajarkannya kembali dengan tepat dan bertanggung jawab.
“Konsistensi antara ketukan kaki saat berbaris dan ketukan musik Mars adalah kunci estetika sekaligus makna filosofis di setiap bait Mars SH Terate,” pungkas Kangmas Moh. Mastur.(Tim Humas Plat S)

